Mantan Purek Untirta Ditahan

SERANG – Mantan Pembantu Rektor (Purek) II Universitas Sultan Ageng Tir­ta­yasa (Untirta) Sudendi dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Serang, Rabu (16/5) sekira pukul 15.15 WIB, oleh Kejati Banten. Sudendi merupakan ter­sangka kasus dugaan korupsi pengadaan la­boratorium Untirta pada proyek Ke­men­terian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) senilai Rp 49 miliar.

Selain Sudendi, Kejati juga menahan panitia pengadaan, Edwin, dan Direktur PT PUM Reinhard Nainggolan. Ketiganya ditahan hingga 20 hari ke depan. Sebelum ditahan ketiganya menjalani pemeriksaan di lantai dua ruang intelijen Kejati pada pu­kul 10.00 WIB. Sudendi didampingi sa­lah satu tim kuasa hukumnya dari kantor pengacara Agus Setiawan, Ferry Renaldy. Demikian pula dengan tersangka Reinhard Naing­golan, didampingi seorang pengacara. Pemeriksaan dihentikan sekira pukul 11.30 WIB untuk istirahat kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 12.30 WIB setelah zuhur.

Penahanan ketiga tersangka mulai terlihat ketika mobil tahanan Kejati tampak parkir di depan pintu kantor Kejati. Tak lama ketiga tersangka itu digiring masuk ke dalam mobil. Sebelum sampai ke mobil tahanan, wartawan yang sudah menunggu sejak pagi tidak mendapatkan pernyataan apa pun dari ketiga tersangka karena mereka tidak berkomentar saat ditanya wartawan. Ketiga tersangka langsung masuk ke dalam mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Serang.

Kuasa hukum Reinhard yang enggan menyebutkan namanya juga tidak mau berkomentar mengenai penahanan ini. “Nanti saja,” kata lelaki bertubuh gempal itu.

Salah satu pengacara Sudendi, Ferry Renaldy sempat mengungkapkan kekecewaan terhadap penahanan kliennya. Kata dia, selama ini kliennya telah koperatif terhadap penyidik Kejati Banten. “Selama ini sudah koperatif. Klien kami dibutuhkan mahasiswa karena masih aktif sebagai dosen (di Untirta-red). Kami akan melayangkan penangguhan penahanan,” tegasnya.

Soal nilai kerugian negara dalam kasus ini, Ferry mengaku, pihaknya belum mengetahui. Dalam kasus tersebut sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Sudendi hanya menandatangani barang yang diadakan oleh pihak ketiga.

Terpisah, Wakil Kejati (Wakajati) Banten Memed Sumenda menyatakan, penahanan dilakukan untuk memudahkan penyidikan kasus dugaan korupsi yang melibatkan ketiga tersangka. Tindakan hukum tersebut juga sesuai Pasal 21 ayat (1) KUHAP, penyidik khawatir ketiga tersangka akan melarikan diri meskipun koperatif. “Mereka kami tahan selama 20 hari. Bisa ditambah kalau penyidikan belum selesai. Tersangka baru kemungkinan ada,” tandasnya didampingi Asintel Kejati Dicky Rahmat Rahardjo.

Nilai kerugian negara dalam kasus yang juga melibatkan mantan bendahara umum DPP Partai Dmeokrat M Nazaruddin ini diakui Dicky belum diketahui karena audit perhitungan kerugian negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) belum rampung. “Tinggal penyelesaian tahap akhir. Dalam waktu dekat ini akan diserahkan ke kita,” ujarnya.

Kamis (17/5) sore, Agus Setiawan yang dihubungi melalui ponsel juga menyatakan kekecewaan terhadap penahanan Sudendi. Ia menilai, penyidik Kejati over acting lantaran penangguhan penahanan telah diajukan sejak Rabu (16/5) pukul 14.00 WIB. “Kejati over acting. Saat jadi tersangka, kita ajukan permohonan agar tidak dilakukan penahanan. Apa pun akan kita lakukan untuk memastikan penghormatan atas hak-hak hukum dan hak asasi,” tandas Agus yang mengaku tengah berada di luar kota.

Proyek pengadaan laboratorium di lima universitas termasuk Untirta merupakan proyek besar Kemendikbud yang anggarannya diambil dari APBN Perubahan Tahun 2010. Di Untirta sendiri, anggaran itu diperuntuk­kan buat laboratorium Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi, serta Fakultas Teknik Untirta di Kota Cilegon.
Namun dalam perjalanannya, proyek ini diduga sarat penyelewengan. Kasus ini juga sempat ramai karena mantan bendahara umum DPP Partai Demokrat M Nazaruddin, terseret di dalamnya.

Kejati Banten mulai melakukan penyelidikan kasus ini pada Oktober 2011. Pada 17 November 2011, kasusnya ditingkatkan dari penyelidikan ke tahap penyidikan dan menetapkan tiga tersangka. Dalam penyidikan, penyidik Kejati tak hanya memeriksa belasan saksi termasuk mantan Direktur Marketing PT Anugerah Nusantara (salah satu perusahaan Grup Permai milik Nazaruddin) Mindo Rosalina Manulang dan mantan Direktur Keuangan PT Anugerah Nusantara Yulianis di gedung KPK, penyidik juga menyita 480 dokumen peralatan laboratorium, dokumen perusahaan, faktur, dan berkas lelang. Penyidik Kejati juga mengecek langsung peralatan laboratorium itu langsung ke fakultas penerima bantuan.

sumber:radarbanten.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

" />

Twitter Admin, Klik Ya :)

Kalender

New My Visitors


WELCOME FRIEND
visit counter

Forum WP ID

Translate This Site

Visitors Negeri Jiran

free counters

Yang SeDang BerKunjuNg

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Welcome to Blog Banten Networks
-

Link Blog A-Z

A

4an25 4an25

B

bakulatz BAKULATZ

C

cahjawi Cahjawi - Coretan Bocah Jawi

D

dhahnd371 Dhand's Blog

E

syechanbaraqbahean baraqbah ⠊

F

fdhly Fdhly

G

gabanproduction Gaban Production

H

halamanputih Halamanputih

I

zonaiam iam – Zona yang sepertinya NORMAL

J

jurnalmasbro Jurnal Mas Bro

K

kangjava Kangjava

L

labkomputerku labkomputerku

M

mabrurisirampog mabrurisirampog

N

nalurisendu Nalurisendu

O

oomguru. Oomguru

P

pagi2buta pagi2buta

R

rhakateza Rhakateza's Weblog

S

setiaonebudhi setiaonebudhi

T

terlampau Terlampau Site

U

V

W

wahyuchandra wahyuchandra

X

Y

yuni1980 Yuni1980 Blog

Z

%d bloggers like this: