BINAMARGA AKUI PROYEK JALITENG TERLAMBAT

TANGERANG, (KB),- Dinas Binamarga dan Pengairan Kabupaten Tangerang mengakui pelaksanaan proyek Jalan Lingkar Tengah (Jaliteng) ada keterlembatan sekitar tiga persen dari rencana awal. Namun instansi itu optimistis proyek peningkatan Jalan Jambu – Buniayu – Jengkol sepanjang 9,6830 Km itu bisa selesai di akhir November tahun ini.

”Memang ada keterlambatan berkisar tiga persenan dari rencana semula. Namun itu masih dalam batas toleransi sehingga kami optimis proyek Jaliteng bisa rampung tepat waktu,” ujar Kepala Dinas Binamarga dan Pengairan, Ilham Choir, kepada wartawan, kemarin.

Menurut Ilham, keterlambatan itu lebih diakibatkan sejumlah kendala, terutama perlu adanya pembebasan tanah dari rumah atau toko yang dibangun warga yang terkena proyek pembangunan jalan. Kemudian adanya jalan masuk persimpangan serta cuaca yang kurang mendukung.

”Terkait pembebsan lahan ini sudah bisa mengatasinya dan warga menyadari lantaran membangun di atas tanah yang bukan miliknya. Kendala lain yang paling berat kami rasakan sehubungan faktor cuaca karena belakangan kerap turun hujan hujan,” paparnya.

Disebutkan, proyek senilai Rp 28 miliar bersifat multiyear dari APBD 2011 dan 2012 ini diprioritaskan oleh dinasnya karena bertujuan meningkatkan kondisi jalan agar sesuai tuntutan pertumbuhan ekonomi. ”Setelah b selesai nanti, tentunya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi warga maupun wilayah,” jelasnya.

Konsultan pembangunan proyek Jaliteng, Anggiat Sitohan dari PT. Qorina Konsultan Indonesia, menyatakan, pelaksanaan proyek peningkatan jalan Jaliteng dikerjakan dalam 3 tahap. Tahap pertama Sukatani Rajeg hingga ke Jengkol, berlanjut ruas Cimanceuri hingga Talang, dan yang terakhir Talang sampai Jengkol.

“Yang kita kerjakan saat ini tahap kedua dulu. Tahap pertama terpaksa kami trunda karena kondisi jalan harus diperbaiki dahulu agar bisa dilewati sementara oleh warga mengingat kondisinya rusak parah,” jelasnya.

Kata Anggiat, kesulitan lainnya dalam pengerjaan proyek terkendala kondisi jalan yang sangat rawan longsor akibat diapit oleh kali irigasi dan sawah warga. “Teknisnya, kemudian dilakukan pemadatannya yang harus benar-benar matang. Sedangkan di beberapa sisi harus dibuatkan tanggul untuk menanhan pergerakan tanah yang labil lantaran diapit oleh sungai dan sawah,” pungkasnya.(Endang/Job/KB) ***

Sumber: http://www.kabar-banten.com/news/detail/5235

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Forum WP ID

Translate This Site

Visitors Negeri Jiran

free counters

Yang SeDang BerKunjuNg

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Welcome to Blog Banten Networks
-

Link Blog A-Z

A

4an25 4an25

B

bakulatz BAKULATZ

C

cahjawi Cahjawi - Coretan Bocah Jawi

D

dhahnd371 Dhand's Blog

E

syechanbaraqbahean baraqbah ⠊

F

fdhly Fdhly

G

gabanproduction Gaban Production

H

halamanputih Halamanputih

I

zonaiam iam – Zona yang sepertinya NORMAL

J

jurnalmasbro Jurnal Mas Bro

K

kangjava Kangjava

L

labkomputerku labkomputerku

M

mabrurisirampog mabrurisirampog

N

nalurisendu Nalurisendu

O

oomguru. Oomguru

P

pagi2buta pagi2buta

R

rhakateza Rhakateza's Weblog

S

setiaonebudhi setiaonebudhi

T

terlampau Terlampau Site

U

V

W

wahyuchandra wahyuchandra

X

Y

yuni1980 Yuni1980 Blog

Z

%d bloggers like this: