RATUSAN HEKTARE TANAMAN PADI DI TERSERANG KRESEK

SERANG, (KB).-
Ratusan hektare (ha) padi terserang hama hawar daun bakteri atau xanthomenas oryzae. Serangan penyakit padi ini tersebar di tiga belas kecamatan di Kabupaten Serang. Penyakit padi tersebut menyerang tanaman padi pada bagian daun, hingga mengering dan dapat merusak
produksi.

Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan Tat Juarta mengungkapkan, berdasarkan laporan yang masuk ke dinas per 1 sampai 15 April 2012, total serangan penyakit padi hawar daun bakteri atau xanthomenas orizae yakni 187 ha, yang tersebar di tiga belas kecamatan, yaitu Tanara 65 ha, Tunjung Teja 40 ha, Tirtayasa 18 ha, Padarincang 16 ha, Pontang 10 ha, Pabuaran 2 ha, Bandung 8 ha, Baros 1 ha, Pamarayan 6 ha, Bojonegara 7 ha, Pulo Ampel 5 ha, Jawilan 3 ha dan Ciruas 6 aa.

“Hama padi hawar daun bakteri atau biasa disebut masyarakat BLB atau kresek ini menyerang bagian daun. Jadi, umur tanamannya masih muda tapi daunnya sudah kering. Tapi sejauh ini, serangan kresek intensitasnya masih ringan,” katanya, kemarin.
Cara pengedalian penyakit kresek, kata Tata, petani bisa menggunakan varietas padi yang tahan pada hama hawar daun bakteri, pemupukan urea tidak berlebihan dan pengaturan air. “Hama ini kan
menular dari satu daun padi ke daun padi lainnya itu dari gesekan. Jika daun rusak, produksi padinya juga jelek,” katanya.

Hama binatang
Selain serangan penyakit, tanaman padi di Kabupaten Serang juga terserang hama binatang. Serangan hama binatang lainnya, yaitu hama kepinding tanah yang menyerang tamana padi di sejumlah
kecamatan, di Pontang 18 ha, Tunjung Teja 5 ha, Pabuaran 5 ha, Petir 2 ha, Padarincang 3 ha dan Baros 1 ha. Total lahan padi yang terserang seluas 34 ha.

“Biasanya, hama ini awalnya tertarik cahaya kemudian berkumpul dan pindah ke tanaman padi menusuk dan mengisap cairan batang padi. Kalau serangannya berat, daun padi bisa menguning dan kering. Serangan yang sekarang intensitasnya masih ringan. Saat ini, masih dalam pantauan, kalau padinya yang masih muda di pupuk bisa tumbuh lagi,” tuturnya.
Selain serangan hama kepinding tanah, Tata mengungkapkan, ada juga serangan hama lainnya, yaitu hama tikus. Akan tetapi serangannya masih ringan.

“Hama tikus ini menyerang di Kecamatan Pontang 7 ha, Bandung 2 ha, dan Tirtayasa 3 ha, total serangan 12 ha,” ungkapnya.
Tata mengatakan, hama tikus ini bisa dikendalikan dengan umpan dan tiran atau penyemprotan pada lubang tikus. (H-40)***

Sumber: kabar-banten

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

" />

Twitter Admin, Klik Ya :)

Kalender

New My Visitors


WELCOME FRIEND
visit counter

Forum WP ID

Translate This Site

Visitors Negeri Jiran

free counters

Yang SeDang BerKunjuNg

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Welcome to Blog Banten Networks
-

Link Blog A-Z

A

4an25 4an25

B

bakulatz BAKULATZ

C

cahjawi Cahjawi - Coretan Bocah Jawi

D

dhahnd371 Dhand's Blog

E

syechanbaraqbahean baraqbah ⠊

F

fdhly Fdhly

G

gabanproduction Gaban Production

H

halamanputih Halamanputih

I

zonaiam iam – Zona yang sepertinya NORMAL

J

jurnalmasbro Jurnal Mas Bro

K

kangjava Kangjava

L

labkomputerku labkomputerku

M

mabrurisirampog mabrurisirampog

N

nalurisendu Nalurisendu

O

oomguru. Oomguru

P

pagi2buta pagi2buta

R

rhakateza Rhakateza's Weblog

S

setiaonebudhi setiaonebudhi

T

terlampau Terlampau Site

U

V

W

wahyuchandra wahyuchandra

X

Y

yuni1980 Yuni1980 Blog

Z

%d bloggers like this: