PENGEMBANGAN KURIKULUM

Oleh: Rian Hidayat Abi El-Bantany
A. Memaknai Kurikulum

Istilah kurikulum berakar dari bahasa Latin Currere yang berarti ‘lapangan pertandingan’, ‘tempat perlombaan (pacuan)’. Dalam bidang pendidikan, kurikulum sering diartikan sebagai “rangkaian pelajaran; mata pelajaran yang sudah sitentukan secara pasti, seperti yang dilaksanakan di sekolah atau di perguruan tinggi, di mana seseorang menuju ke suatu gelar” .

Pada mulanya kurikulum sering diartikan sebagai sejumlah bahan pelajaran yang disusun secara logis, atau isi pengajaran yang disajikan oleh guru. Kurikulum sering pula disamakan dengan silabus atau rangkuman pokok bahasan yang akan diajarkan .

Kurikulum dipandang sebagai suatu bahan tertulis yang berisi uraian tentang program pendidikan suatu sekolah yang harus dilaksanakan dari tahun ke tahun. Kurikulum dipandang sebagai program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan tertentu .

Kurikulum adalah suatu rancangan program pendidikan yang berisi serangkaian pengalaman yang diberikan kepada peserta didik untuk mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai melalui serangkaian pengalaman belajar .
Kurikulum ialah suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancangkan secara sistemik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan .

Ralph Tyler (1935): kurikulum adalah seluruh pengalaman belajar yang direncanakan dan diarahkan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikannya .

Hilda Taba (1962): kurikulum adalah pernyataan tentang tujuan-tujuan pendidikan yang bersifat umum dan khusus dan materinya dipilih dan diorganisasikan berdasarkan suatu pola tertentu untuk kepentingan belajar dan mengajar .

Pemahaman dalam menginterpretasi makna kurikulum begitu luas. Maka hal itu menjadi sebuah pertanyaan, apakah kurikulum itu ada pengertian yang telah disusun secara spesifik dan disetujui oleh banyak golongan? Ataukah pengertian kurikulum itu harus disesuaikan dengan objek yang dituju? Tapi pada dasarnya dari berbagai definisi tentang kurikulum di atas, maksud dan tujuannya sama yaitu tentang pengertian kurikulum pendidikan.

B. Kurikulum Antara Pendidikan Islam dan Barat
1) Kurikulum Pendidikan Islam

Mengenai kurikulum pendidikan Islam, sebetulnya tidak jauh berbeda dari pengertian kurikulum modern pada umumnya. Dalam pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam, istilah kurikulum dikenal dengan istilah manhaj yang diartikan sebagai jalan yang terang atau jalan yang dilalui oleh manusia pada berbagai bidang kehidupan (Husain Qurrah, 1996). Jalan terang tersebut menurut Abuddin Nata (1997) adalah jalan yang dilalui oleh pendidik atau guru latih dengan orang-orang yang dididik atau dilatihnya untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mereka.

Menurut Omar Mohammad al-Toumy al-Syaibani (1979) pendidikan Islam memandang kurikulum sebagai ‘alat mendidik generasi muda dengan baik, menolong mereka untuk mengembangkan keinginan-keinginan, bakat, kekuatan-kekuatan dan keterampilan yang beragam serta mempersiapkan mereka untuk menjadi manusia yang dapat melaksanakan fungsi kekhilafahannya di muka bumi’ .

Kurikulum pendidikan Islam mengandung makna sebagai suatu rangkaian program yang mengarahkan kegiatan belajar mengajar yang terencana secara sistematis dan berarah tujuan yang mencerminkan cita-cita dari para pendidik sebagai norma dragger (pembawa norma) Islam.

Tujuan kurikulum Pendidikan Islam
Menurut S. Nasution sebagaimana yang dikutip oleh A. Nata bahwa tujuan pendidikan Islam adalah bahwa tujuan pendidikan Islam mempunyai tujuan individual dan tujuan sosial, maka dalam kurikulum pendidikan Islam bertujuan memberi sumbangan untuk mencapai perkembangan menyeluruh dan berpadu bagi pribadi pelajar, membuka tabir tentang bakat-bakat dan mengembangkan minat, kecakapan, pengetahuan, kemahiran dan sikap yang diinginkan, menanamkan kebiasaan, akhlak dan sikap yang penting bagi kejayaannya dalam hidup dan kemahiran asas untuk memperoleh pengetahuan, menyiapkan untuk memikul tanggungjawab dan peranan yang diharapkan dalam masyarakat, mengembangkan kesadaran agama, budaya pemikiran, sosial dan politik pada dirinya.

Begitulah tujuan kurikulum pendidikan Islam, yang memiliki andil besar dalam menciptakan keharmonisan belajar mengajar dan untuk mencapai tujuan secara pendidikan secara Islami.

Dalam proses kurikulum pendidikan Islam sekarang, apakah perkembangan kurikulum berjalan sesuai dengan konsep dan tujuan dari kurikulum Islam itu sendiri atau tidak? Untuk mengetahui jawabannya dibutuhkan penelitian.

Isi kurikulum Pendidikan Islam
Isi kurikulum merupakan bagian yang berisi pengetahuan, informasi, data aktivitas dan pengalaman-pengalaman yang membentuk kurikulum. Bagian ini biasa disebut dengan mata pelajaran. Isi kurikulum juga berkenaan dengan pengetahuan ilmiah dan pengalaman belajar yang harus diberikan kepada siswa untuk mencapai tujuan pendidikan.

1) Kurikulum Pendidikan Barat
Ralph Tyler (1935): kurikulum adalah seluruh pengalaman belajar yang direncanakan dan diarahkan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikannya .

Hilda Taba (1962): kurikulum adalah pernyataan tentang tujuan-tujuan pendidikan yang bersifat umum dan khusus dan materinya dipilih dan diorganisasikan berdasarkan suatu pola tertentu untuk kepentingan belajar dan mengajar .
Hilda Taba berpendapat bahwa pada hakikatnya tiap kurikulum merupakan suatu cara untuk mempersiapkan anak agar berpartisipasi sebagai anggota yang produktif dalam masyarakatnya.

 Isi Kurikulum Pendidikan Barat
Isi urikulum pendidikan Barat agak berbeda dengan kurikulum Pendidikan Islam. Kurikulum pendidikan Barat lebih didominasi oleh materi-materi yang bersifat duniawi.

Selain itu dalam sekolah-sekolah agama terutama sekolah-sekolah Gereja, Kurikulum Barat menggunakan kurikulum yang mengajarkan sisa-sisa ilmu pengetahuan klasik, bidang studi itu terdiri dari tivium (tiga mata pelajaran) dan quadrivium (empat paket mata pelajaran), yang pertama meliputi tatabahasa, retorika dan logika, yang kedua mencakup aritmatika, goemetri, astronomi dan musik.

Kurikulum pada sekolah-sekolah Gereja tersebut meliputi kitab-kitab Bible bahasa latin dan karya-karya bapak-bapak gereja masa awal, terutama Augustinus yang lebih berperan di banding siapapun dalam menentukan teologi awal abad pertengahan. (Abu Ahmadi: 1982)

C. Model-Model Pengembangan Kurikulum
1) Model Pengembangan Kurikulum Ralph Tyler (1935)
Untuk mencapai suatu tujuan pendidikan yang diharapkan, kurikulum berperan sebagai penyampai, pengantar atau media yang membantu di dalam mencapai tujuan pendidikan.

Ralph Tyler mengatakan bahwa penting berpendapat secara rahasional, menganalisa, menginterpretasi kurikulum dan program pengajaran. Ia mengungkapkan bahwa dalam pengembangan kurikulum harus diperhatikan:

 Objektifitas
 Selecting learning experience
 Organizing learning experience
 Evaluation.

2) Model Pengembangan kurikulum Skill Beck
1. Menganalisa keadaan sekolah (situation analysis)
2. Merumuskan tujuan (Goal formulation)
3. Mengembangkan program (program building)
4. Interpretasi dan di implementasikan (interpretation and implementation)
5. Pengawasan (monitoring)
6. Evaluasi kembali (reconstruction)
suatu hal yang perlu digaris bawahi bahwa model ini tidak mengisyaratkan suatu alat. Tujuan analisis secara keseluruhan; tetapi secara simbol telah mendorong teams atau grups dari para pengembang kurikulum untuk lebih memperhatikan perbedaan-perbedaan elemen dan aspek pengembangan kurikulum proses, untuk melihat proses sebagai bekerja dengan cara sistematik dan moderat.

3) Model Pengembangan kurikulum Decker Walker
Walker berpendapat bahwa para pengembang kurikulum tidak mengikuti pendekatan yang telah ditentukan dari urutan yang rasional ari pada elemen-elemen kurikulum ketika mereka mengembangkan kurikulum. Lebih baik mereka memprosesnya melalui tiga fase di dalam persiapan natural daripada kurikulum.

Pada langkah (stage) pertama, Walker mempunyai argumen bahwa pernyatan flatform diorganisasikan oleh pengembang kurikulum, berisi rangkaian ide-ide, preferensi atau pilihan, pendapat-pendapat, keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai yang dimiliki mengenai kurikulum. Aspek-aspek tersebut mungkin tidak didefenisikan secara jelas atau bahkan secara logis, tetapi mereka membentuk basis (flatform), yang keputusan kurikulum mendatang dibuat oleh pengembang kurikulum. Gambar diatas menunjukan korlasi langkah pertama dengan langkah berikutnya.

4) Model Pengembangan Kurikulum Hilda Taba (1962)
Pengembangan kurikulum bersifat tradisional dilakukan secara deduktif, dengan urutan sebagai berikut:
 Penentuan prinsip-prinsip dan kebijaksanaan
 Merumuskan kurikulum yang bersifat menyeluruh
 Menyusun unit-unit kurikulum sejalan dengan desain yang menyeluruh
 Melaksanakan kurikulum di dalam kelas
Hilda Taba tidak sepaham dengan teori deduktif tersebut, sehingga Hilda Taba memberikan lima langkahmodel pengembangan kurikulum:
 Mengadakan unit-unit experiment bersama guru-guru
 Menguji unit experiment
 Mengadakan revisi dan konsolidasi
 Pengembangan keseluruhan kerangka kurikulum
 Implementasi dan diseminasi

Rumusan tujuan kurikulum menurut Hilda Taba:
 Proses mental, yaitu metode untuk melakukan sesuatu produk bahan yang berkaitan dengan proses mental.
 Tujuan yang kompleks yang harus lebih dispesifikasikan.
 Dalam merumuskan tujuan harus dinyatakan bentuk kelakuan yang diharapkan dari kegiatan belajar tersebut.
 Tujuan bersifat deplopment.
 Tujuan hendaknya realistis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

" />

Twitter Admin, Klik Ya :)

  • Gurindam M'Rana Merana karena dosa Karena dosa ku di neraka Merana dunia dan akhirat Karena mati belum tobat... fb.me/8hvJWbGGj 2 days ago

Kalender

New My Visitors


WELCOME FRIEND
visit counter

Forum WP ID

Translate This Site

Visitors Negeri Jiran

free counters

Yang SeDang BerKunjuNg

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Welcome to Blog Banten Networks
-

Link Blog A-Z

A

4an25 4an25

B

bakulatz BAKULATZ

C

cahjawi Cahjawi - Coretan Bocah Jawi

D

dhahnd371 Dhand's Blog

E

syechanbaraqbahean baraqbah ⠊

F

fdhly Fdhly

G

gabanproduction Gaban Production

H

halamanputih Halamanputih

I

zonaiam iam – Zona yang sepertinya NORMAL

J

jurnalmasbro Jurnal Mas Bro

K

kangjava Kangjava

L

labkomputerku labkomputerku

M

mabrurisirampog mabrurisirampog

N

nalurisendu Nalurisendu

O

oomguru. Oomguru

P

pagi2buta pagi2buta

R

rhakateza Rhakateza's Weblog

S

setiaonebudhi setiaonebudhi

T

terlampau Terlampau Site

U

V

W

wahyuchandra wahyuchandra

X

Y

yuni1980 Yuni1980 Blog

Z

%d bloggers like this: