SAHABAT-SAHABAT BILLINGUALKU, BACALAH!!!

Oleh: Rian Hidayat Abi El-Bantany

Tulisan ini sudah berumur lama (kalo antum baca yang ini sih, ya… udah q tambahin, hehe…), kira2 kutulis pada Juli 2008 untuk sahabat2 billingual di PAI UIN Jakarta menjelang perpisahan, –tepatnya sih menjelang pembubaran kelas billingual— karena semenjak itu, kelas billingual tidak ada lagi. Kita adalah the first and sekaligus the last, huh…;-). Kita adalah the founding father atau bahasa agamanya, assabiqunal awwalun wa asabiqunal akhirun, hehe… Are u remember sob?? Mungkin ini terjadi akibat kesalahan kita juga yang kurang bisa memanage pengkaderan. Setuju???

Sedang dimana, lagi ngapain kalian saat ini sob… sudah lama qt meninggalkan bangku billingual. Satu doa, semoga kesuksesan selalu menyertai kalian… termasuk aq tentunya…

Oya, tulisan ini cukup panjang loh (banyak tambahan), kalo antum lagi sibuk, copy-paste ajj ke flashdisk, kemudian baca di waktu-waktu luang antum, ato bagi antum yang lagi nongkrong di warnet, sayang khan, waktu browsing atau fesbukan-nya jadi keganggu, nanti bayar warnetnya jadi mahal lagi, hehe…;-)

Luangkanlah waktu antum sekitar 5-10 menit untuk membaca celotehanku ini!

Salam Cinta dan Persahabatan!! Salam Kreatif dan Perjuangan!!

***

“Tak ada yang abadi…”

Pernah dengar lagu ‘Peterpan’ dengan judul di atas. Ya… tak ada yang abadi di dunia ini kecuali ketidakabadian itu sendiri. Apapun itu, semua terus berubah. Tidak surut ke belakang atau tertambat dimasa kini. Namun ternyata, ada satu hal yang abadi, yaitu persahabatan q-ta akan tetap abadi, cie-cie…😉

Begitu indah nuansa kebersamaan dan kekeluargaan yang terbangun di Billingual Class, hingga bekasnya masih kuat terasa, mengingat karena membernya yang sangat beragam. Senyum, tawa, capek, sedih, keluh kesah telah mewarnai indahnya lukisan kebersamaan.

Billingual Class adalah salah satu tempat persinggahan. Kebersamaan di disana adalah salah satu rangkaian episode yang dijalani dan telah dilewati. Namun kesan, kenangan, pengalaman dan pembelajaran yang kita dapatkan adalah suatu hal sangat berharga dan telah memberikan warna dan makna dalam kehidupan. Khususnya kehidupanku sob, hingga nama-nama antum hadir dalam perjalanan hidupku;-) dalam lembaran sejarahku;-)

Dan kebersamaan yang terjalin diantara semua elemen yang ada di Billingual Class merupakan satu dari sekian banyak hal berkesan dalam diriku.

Sahabatku… kita adalah perahu kokoh yang sanggup menahan beban, terbuat dari kayu terbaik di dunia, dengan layar gagah menantang angin. Kesejatian kita adalah berlayar mengarungi samudera, menembus badai dan menemukan pantai harapan. Sehebat apapun perahu diciptakan, tak ada gunanya bila hanya tertambat di dermaga. Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan kita dengan keberhasilan adalah masalah yang menantang. Di situlah tanda kesetiaan teruji. Hakikat perahu adalah berlayar menembus segala rintangan. Hakikat diri kita adalah berkarya menemukan kebahagiaan.

Sahabatku… hidup itu seperti gerbong kereta api. Gerbong-gerbong penuh muatan tak sepenuhnya bergerak statis, terkadang ia harus melewati semak belukar, bukit terjal, terkadang menurun dan berhenti di stasiun-stasiun perenungan. Mungkin inilah yang dinamakan dinamika hidup, ia memang tak pernah surut langkah. Panah yang diam tak akan pernah mengenai sasarannya, dan semesta perlu bergerak untuk menciptakan harmoni dan keteraturan.

***

Teringat akan masa-masa yang telah berlalu, saat indahnya kebersamaan dulu. Teringat akan masa-masa yang telah berlalu, saat pertama mengenal antum, saat indah bersama antum, saat indahnya persahabatan dalam atap billingual.

Semoga kita akan terus bersahabat kawan…

Kenapa akan terus bersahabat? Jika antum berkenan, walaupun jarak nanti yang akan terbentang, atau yang sudah terbentang, ia bukanlah halangan, karena hati kita akan tetap bersahabat. Bukan lagi persahabatan fisik tapi sampai pada tataran persahabatan hati.

Apalagi, sebentar lagi qt mao wisuda..;-) mau pisahan akbar. Januari 2010 kita semua harus wisuda. Kalo bisa kita harus wisuda bareng kawan… jangan ada yang tertinggal. Walaupun ada satu sobat kita yang entah dimana sekarang. Ahmad Muslim al-Hakim, yang cuti kuliah. Kabar terakhir yang kudengar, dia jadi guide di Bali. Tapi, entah dimana dia sekarang???

Doakan aku juga kawan, keinginan besar dalam hidupku adalah me-NOVEL-kan perjuangan dalam membentuk Billingual Class ini, terinspirasi dari novel dan film laskar pelangi karangan andrea hirata. Doain ya… and tunggu masterpiece-nya;-)

Denting waktu yang terus berputar, selalu memberikan pelajaran, batu-bata perjalanan hidup akan semakin mengokohkan bangunan kepribadian kita. Doaku selalu bersamamu, moga indahnya kebahagiaan selalu melekat dalam hari-hari antum, dan semua asa yang antum cita-citakan dapat terwujudkan. Amin.

***

KENANGAN TERINDAH MEMBER-MEMBER BILLINGUAL CLASS
Billingual Class itu… Puitis dan Bijak seperti Rian Hidayat El-Padary, hehe… Ramah, Pintar and Murah Senyum seperti Miratul Hayati. Semangat dan Sibuk seperti Ade. Alim, baik hati, tidak sombong dan rajin menabung seperti Ruslan, hehe… Jaim seperti Gusman, Diam… namun menghanyutkan seperti Syarifuddin, Sunda bangetz seperti Asep Sugiarto, Shalehah seperti Hasep Perlia, Care seperti Moh Yahya, baik bangetz seperti Maya Yuningsih, and Ceria seperti Umi Habibah.
Billingual Class itu… Cerdas seperti Ahmad Muslim Al-Hakim, Aktif seperti Ahmad Fikri, Genius and kritikus seperti Fauzi, semangat seperti Lulu El-Maknun, yang super gajebo seperti Pailin, yang senyumnya gimanaa gituu.. seperti Ika, Cantik and smart seperti Endah, manis seperti gula jawa, eh salah… Muallimah wa Ustadzah seperti Tuti, yang humoris tapi tegas seperti Jonson.

Subhanallah ya… Billingual Class, bener2 metamorfosis yang sangat sempurna. Sebuah kebanggaan bisa terlibat secara langsung menjadi pemain dalam kancah per- Billingual Class -an yang yakin g’ bisa dirasakan ma smua orang.

Billingual Class … Subhanallah ya!!!

MA’AS SALAMAH!!! HAPPY ENDING FULL BAROKAH.
Banyak hal yang sulit untuk dilupakan, kita ambil sebagai ibrah untuk disyukuri dan ditindaklanjuti. Ketika kita meluncur dengan kereta waktu, menelusuri rel amanah dalam gerbong kehidupan, mungkin banyak yang terlewatkan, seperti pemandangan indah. Kadang, kita pun terusik dengan suara-suara sumbang yang mengganggu perjalanan diantara gerbong dan muatan. Ada yang sibuk mengenal arah perjalanan, ada yang sibuk berbicara mengenai peta perjalanan, dll.

Semoga apa yang telah kita lewati dan lakukan dapat menjadi pelajaran bagi kita semua, dan apa yang belum bisa kita laksanakan dapat memotivasi untuk berbuat yang lebih baik lagi.

Salam perjuangan…

Fal-haqqu ahaqqu ay-yuttaba’. Ma’as salamah! Happy ending full barokah.

***

Kalo yang dibawah ini adalah tulisan asli yang kusebarin waktu mo pisahan kecil dulu, detik2 berakhirnya billingual.

Baca lagi ya!!!;-)

Seorang bidadari surga berhati lembut menuliskan sebuah amunisi motivasi kepadaku, aku sungguh senang sekali menerimanya. Tembakan dari tulisan itu mampu membuat motivasi menulisku meledak-ledak, kandungannya mampu mendobrak kemalasan yang asyik masyuk bersarang di tubuhku. Sungguh beruntung diriku mendapatkan tulisan bertenaga itu. Kini, semoga bidadari itu mengizinkan, aku ingin berbagi ‘kalimat dahsyat itu’ denganmu kawan. Rahasia besar itu adalah:

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Perlahan…

Orang berkualitas akan membaca buku berkualitas
Ilmuwan sama derajatnya sampai mereka menulis sebuah buku.
Karena membaca saya menulis, karena menulis saya membaca
Siapa yang menulis, siap menerima hujatan
Disaat pena menangis meneteskan air mata, tulisan tersenyum memancarkan ilmu.
Buku yang lahir dari hati penulis akan bersilaturrahmi dengan hati pembaca.
Buku bagaikan sahabat, oleh sebab itu perhatikanlah dengan siapa anda bersahabat.
Buku merupakan cerminan yang memantulkan kecerdasan penulisnya.
Perpustakaan adalah tempat paling mulia setelah rumah ibadah.

Karena dorongan DAHSYAT ini, aku menjadi semangat lagi. Semangat untuk menulis lagi. Semangat untuk terus berkarya. Menurutku tulisan ini mampu merobohkan bangunan sifat malas yang sudah lama berdiri megah, bangunan itu kini hancur dan yang tersisa adalah puing-puingnya saja, kemudian puing-puing itu dirombaknya menjadi bangunan indah nan bersahaja yang terikat dalam kalimat ampuh ‘BERSEMANGATLAH… AKU BISA!!!”

Bangunan motivasi ini mampu menyadarkanku bahwa aku memiliki potensi yang luar biasa dalam hal kepenulisan, aku yakin bahwa aku bisa menjadi ‘The Famous Writer’, akan kuikuti jejak Imam Nawawi, Imam Syafi’i, Imam Bukhari, Imam Muslim, dan imam-imam yang lain dalam berkarya. Nama mereka terdaftar indah dalam buku sejarah sebagai tokoh-tokoh yang berpengaruh karena pemikirannya yang berhasil mereka tuliskan. Sekali lagi kukatakan bahwa aku yakin bahwa aku BISA! Bisa mengikuti jejak mereka. Jika aku mau bergerak dan terus bergerak menggali potensiku. Dengan berpegang teguh pada tali Allah dan selalu diiringi tawakal yang kuat pada-Nya. Amien.

Aku sadar bahwa aku DAHSYAT, walaupun itu hanya dalam pengakuanku saja. Aku SADAR bahwa itu bukan pengakuan orang lain, tapi aku LEBIH SADAR bahwa aku memang DAHSYAT, aku memiliki potensi menulis yang luar biasa yang harus terus aku gali. Yang harus aku kembangkan.

Kini, aku ingin berkata…

Sadarkah engkau kawan? Bahwa engkau juga DAHSYAT, engkau memiliki potensi luar biasa, sebuah potensi yang belum tentu dimiliki orang lain, potensi yang akan menjadikan namamu terdaftar di buku sejarah sebagai ‘orang-orang yang paling berpengaruh sepanjang sejarah.’ Begitulah Michael H. Hart menulis dalam bukunya.

Mungkin engkau sudah SADAR bahwa engkau adalah DAHSYAT, engkau adalah HEBAT, tanpa harus kuingatkan. Namun, izinkan aku berekspresi terhadap kalian, bahwa kaliaaannn adalah DAHSYAT, kalian adalah HEBAT. Kalian adalah orang-orang yang luar biasa. Bravo billingual. Kawan, ayo kita goncangkan dunia dan sejarah dengan karya kita, ayo kita buktikan bahwa kita pernah hidup di dunia ini.

Kawan izinkan aku menuliskan sesuatu untukmu… sebagai kenangan bahwa dalam memorimu pernah terdaftar namaku.

Inilah silaturrahmi yang kulakukan, melalui tulisan bukan untuk dilupakan tapi untuk dikenang, semoga Tuhan masih mengizinkan dan memberi kesempatan untuk kita semua bersilaturahmi kembali manakala perpisahan akbar itu datang melamar.

Wahai kawan! Kita tidak bisa terus bersama. Ada saatnya kita harus berpisah. Aku sadar bahwa rumus dunia adalah bahwa pertemuan akan dibalas perpisahan, ada saatnya kita tak harus terus bersama. Sesuatu yang menurut kita buruk, belum tentu buruk dimata Allah dan sesuatu yang baik dimata kita, belum tentu baik di mata Allah. Begitulah Allah membahasakan dalam al-Quran. Jika memang perpisahan tak bisa dielakkan, aku yakin pasti ada hikmah yang tersimpan. Walaupun hikmah itu berada di dasar hati dan belum kita temukan. Aku yakin akan kemurahan Tuhan karena Tuhan Maha Rahman.

Perpisahan tidak akan terjadi jika kita tidak pernah merasakan adanya pertemuan, adanya komunikasi, adanya canda-tawa, adanya suka duka yang semuanya kita rasakan bersama. Tapi tahukah kawan, titik perpisahan ada saat kita melupakan… perpisahan jasadi bisa kita atasi walaupun itu akan meninggalkan bekas yang dalam, tapi melupakan atau bahkan dilupakan adalah kejadian yang sangat menyakitkan.
Jangan pernah menyalahkan perpisahan ataupun orang-orang yang akan ditinggalkan atau meninggalkan kita, tiap insan punya episode hidup yang berbeda, kita punya album kenangan yang tidak sama dan kita pun memiliki skenario drama hidup yang berbeda.

Tegarlah dengan perpisahan karena ia mengajarkan bagaimana caranya berjiwa besar, kedewasaan, dan kemandirian. Setiap perpisahan akan disambut dengan pertemuan yang baru. Dan setiap pertemuan baru selalu menawarkan perpisahan. Apakah kita akan terus terluka berkali-kali karena perpisahan yang terkadang pertemuannya pun bukan atas keinginan dan kehendak kita???? Tentu saja tidak kawan.

Tersenyumlah kawan… nikmati setiap perpisahan untuk menyambut setiap pertemuan baru yang indah….

Inilah kawan, sebuah hasil renungan yang kutuliskan hanya untukmu… sahabat sejatiku (PAI VI B BILLINGUAL, jika billingual akan berlanjut, kemungkinan aku tidak akan menjadi member lagi. Af1 ya!!!). Walaupun aku sadar bahwa tulisan ini tak seindah Alquran karena makhluk memang mustahil menyerupainya.

Mari bersama-sama mengucapkan basmalah, bissmillaahirrahmanirrahim.

Semoga bermanfaat!!!

Terakhir kututup dengan sebuah puisi yang kukutip dari seorang kawan semoga ia ikhlas.

<>
Setiba kita di batas waktu
Nobat nafiri tiada bernada
Sehelai daun kering berayunan layu
Menanti saat dibawa bayu.
Akhirnya waktu perpisahanpun tiba

Kini jantungku bagai laut bergelombang
Serasa lemah cengkeraman jejariku di genggaman
Betapa sukar untuk kita menerima
Namun tetap saja tiba jua detik perpisahan
Di batas masa

Bagai terasa keresahan di jiwaku
Bagai terdengar suara meruntun kalbu
Tiada walau sesaga dibawa pergi
Tiba detik pasti terpisah.

Salam kreatif,,,
Rian Hidayat Abi El-Bantany

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

" />

Twitter Admin, Klik Ya :)

Kalender

New My Visitors


WELCOME FRIEND
visit counter

Forum WP ID

Translate This Site

Visitors Negeri Jiran

free counters

Yang SeDang BerKunjuNg

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Welcome to Blog Banten Networks
-

Link Blog A-Z

A

4an25 4an25

B

bakulatz BAKULATZ

C

cahjawi Cahjawi - Coretan Bocah Jawi

D

dhahnd371 Dhand's Blog

E

syechanbaraqbahean baraqbah ⠊

F

fdhly Fdhly

G

gabanproduction Gaban Production

H

halamanputih Halamanputih

I

zonaiam iam – Zona yang sepertinya NORMAL

J

jurnalmasbro Jurnal Mas Bro

K

kangjava Kangjava

L

labkomputerku labkomputerku

M

mabrurisirampog mabrurisirampog

N

nalurisendu Nalurisendu

O

oomguru. Oomguru

P

pagi2buta pagi2buta

R

rhakateza Rhakateza's Weblog

S

setiaonebudhi setiaonebudhi

T

terlampau Terlampau Site

U

V

W

wahyuchandra wahyuchandra

X

Y

yuni1980 Yuni1980 Blog

Z

%d bloggers like this: