Renungan: Apakah kita termasuk di dalamnya?

Kisah selasa, 08 September 2009
Suatu sore, saya bersama anak binaan sebuah yayasan sosial bernama Yayasan Irtiqo Kebajikan (YIK) yang berlokasi di Tangerang-Banten melaksanakan shalat ashar berjamaah. Alhamdulillah saya dipercaya sebagai pembina di yayasan ini.

Kala itu, saya bertindak sebagai imam. Kami yang berjumlah 45 orang melaksanakan shalat di sebuah aula yang memang menjadi pusat kegiatan yayasan, dari pagi sampai pagi lagi, dhuha, tahajjud, tadarus, dzikir, semua kegiatan bermuara di aula tersebut.
Waktu itu, sajadah untuk imam tidak ada, karena khilaf terbawa ke kamar. Dan karena sudah dikumandangkan iqamah, maka saya meminjam sebuah sajadah yang dibawa oleh anak binaan perempuan.

Rakaat pertama pun dimulai…

Saya takbir, yang lain takbir, ruku’, yang lain ruku’, saya sujud, yang lain pun sujud, ketika saya sujud pada rakaat pertama itu itulah, saya mencium bau wangi yang semerbak pada hamparan sajadah itu. Bau wangi itu menghantarkan saya pada sebuah hayalan,, ya saya pun berkhayal, tepatnya berpikir.

Dalam pikiran itu, saya mengatakan;

“Ya Allah, ampunilah kami yang selama ini lalai terhadap-Mu. Ketika kami menghadap-Mu, kami menggunakan pakaian yang kami pakai untuk bermain, untuk tidur, untuk beraktivitas, kami gunakan juga untuk shalat, betapa tidak menghargainya kami kepada-Mu ya Allah. Astagfirullah… Ampunilah kami ya Allah.“

“Banyak saudara-saudara kami yang melakukan ini ya Allah, ketika menghadiri undangan, kami berpakaian rapi dan bersih serta pakaiannya pun kami specialkan hanya untuk undangan. Tapi ketika menghadap-Mu… pakaian kotor ini tidak kami ganti. Pakaian yang kami pakai dari pagi ini tidak kami ganti. Ampuni kami ya Rabb.”

Pikiran inilah yang membuat saya melayang memikirkan tingkah laku kami selama ini. Hingga sesuatu yang tidak kami inginkan pun terjadi. Tanpa sengaja, saya melebihkan sujud. Hampir saja saya sujud tiga kali. Tapi, untung saja, sahabat yang menjadi makmum mengingatkan dengan mengucapkan, ‘Subhanallah’.

Dan saya pun tertegun dengan hadits nabi yang bersabda, “bahwa Allah itu suci dan menyukai kesucian, dan hanya orang-orang yang bersihlah yang bisa mendekat pada-Nya.” Mohon maaf saya tidak hafal betul redaksi aslinya

Dan hadits nabi yang lain bersabda, ‘Anadhofatu minal iiman’, kebersihan itu sebagian dari iman”.
Semoga renungan pribadi ini bermanfaat.

Salam kreatif,
Rian Hidayat Abi El-Bantany

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

" />

Twitter Admin, Klik Ya :)

  • Fiksi Mini: "Yuk" Suami: "Mah, yuk!" Istri: "Yuk." TAMAT 😅 1 hour ago

Kalender

New My Visitors


WELCOME FRIEND
visit counter

Forum WP ID

Translate This Site

Visitors Negeri Jiran

free counters

Yang SeDang BerKunjuNg

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Welcome to Blog Banten Networks
-

Link Blog A-Z

A

4an25 4an25

B

bakulatz BAKULATZ

C

cahjawi Cahjawi - Coretan Bocah Jawi

D

dhahnd371 Dhand's Blog

E

syechanbaraqbahean baraqbah ⠊

F

fdhly Fdhly

G

gabanproduction Gaban Production

H

halamanputih Halamanputih

I

zonaiam iam – Zona yang sepertinya NORMAL

J

jurnalmasbro Jurnal Mas Bro

K

kangjava Kangjava

L

labkomputerku labkomputerku

M

mabrurisirampog mabrurisirampog

N

nalurisendu Nalurisendu

O

oomguru. Oomguru

P

pagi2buta pagi2buta

R

rhakateza Rhakateza's Weblog

S

setiaonebudhi setiaonebudhi

T

terlampau Terlampau Site

U

V

W

wahyuchandra wahyuchandra

X

Y

yuni1980 Yuni1980 Blog

Z

%d bloggers like this: